Monday, September 30, 2019

Makna di Setiap Ukiran Toraja - Passura' na Toraya



Tana Toraja tak hanya memiliki ritual budaya dan pemandangan alam yang luar biasa indahnya tetapi juga memiliki sejumlah kekayaan seni rupa. Salah satunya yaitu ukiran. Kita bisa menjumpai beragam ukiran/seni pahat ini di rumah adat Toraja (Tongkonan) atau juga beberapa hiasan dinding.

Setahu penulis ada 67 jenis ukiran Toraja. Setiap ukiran ini mempunyai makna tersendiri. Penulis memilih 10 ukiran yang menurutnya sarat akan makna yaitu :

1. Ukiran Pa'tedong

Dari 67 jenis ukiran Toraja, ukiran inilah yang paling sering digunakan. Ukiran ini biasa terlihat di dinding kantor pemerintahan,digunakan sebagai hiasan dlm buku panduan MP3EI, bungkus kopi bubuk, pernah juga terlihat sebagai hiasan dinding di beberapa sinetron,(mungkin ada krunya orang Toraja).Namun, tahukan Anda apa makna filosofi yang terkandung pada ukiran ini.

Pa’ tedong berasal dari kata Tedong yang dalam bahasa Toraja berarti kerbau. Ukiran ini menyerupai bagian muka seekor kerbau. Di Toraja, kerbau adalah binatang peliharaan yang utama dan sangat disayangi.Bagi masyarakat Toraja, kerbau punya fungsi ganda yaitu sebagai emas kawin, sebagai hewan pengolah sawah, alat transaksi dalam jual beli masyarakat Toraja, sebagai korban persembahan kepada dewa atau leluhur dan lain-lain.

Makna filosofi dari ukiran ini yaitu :

1. Lambang kesejahteraan bagi masyarakat Toraja.
2. Lambang kemakmuran dan lambang kehidupan orang Toraja dimana rumpun keluarga diharapkan dapat menternakkan kerbau.

2. Ukiran Pa'kapu' Baka

Pa’kapu Baka artinya ukiran yang menyerupaisimpulan-simpulan penutup bakul dimana bakul sering digunakan orang Toraja sebagai tempat menyimpan harta benda. Makna filosofi dari ukiran ini yaitu sebagai tanda harapan agar keluarga senantiasa hidup rukun, damai sejahtera, bersatu padu bagaikan harta benda yang tersimpan dengan aman dalam sebuah bakul.

3. Ukiran Pa'salaqbi' Dibungai.

Dahulu kala, permainan Dadu adalah sejenis judi yang digemari oleh hampir sebagian masyarakat. Adapun makna dari ukiran ini yaitu sebagai peringatan kepada anak cucu agar jangan bermain dadu atau judi karena permainan ini sangat berbahaya.

4. Paqdoti Siluang I

Doti dalam bahasa Toraja mempunyai 3 arti yaitu ilmu hitam yang dapat mencelakakan orang dan dapat juga berarti kerbau belang serta nama sejenis ukiran dalam bahasa kebudayaan Toraja. “Siluang” artinya bersama-sama dalam satu sarung. Ukiran ini diumpamakan sebagai seperti kerbau belang yang sangat berharga bagi masyarakat Toraja. Ukiran ini dapat dijumpai pada dinding-dinding rumah adat toraja dan pada pembungkus mayat wanita bangsawan Toraja.

5. Ukiran Pa'lamban Lalan

Ukiran ini terdiri dari dua suku kata yaitu Lamban yang artinya menyeberangi dan Lalan yang berarti jalanan. Makna yang terkandung dalam ukiran ini yaitu sebagai nasehat agar kita jangan mencampuri perkara atau urusan orang lain bila kita tak diharapkan untuk membelanya ataukah masalah tersebut tak ada sangkut pautnya dengan kita sendiri.

6. Ukiran Pa'ara' Dena' I

Ukiran ini menyerupai pucuk daun kangkung. Makna filosofinya yaitu agar manusia membaktikan dirinya tidak hanya bagi diri sendiri tetapi buat orang-orang di sekitarnya. Diharapkan pula agar keluarga sehat dan murah rejeki seperti sayur kangkung yang tumbuh subur.

7. Paqpolloq Songkang

“Polloq” artinya buntut dan “songkang” artinya ruas vambu yang biasanya digunakan untuk memerah susu kerbau yang isinya bisa mencapai 3 sampai 5 liter susu kerbau. Ruas ini juga biasa digunakan sebagai temoat menyimpan air minum nira bagi orang-orang Toraja.

8. Ukiran Pa'barana' I

Ukiran ini berasal dari kata Baranaq yang artinya pohon beringin. Makna ukirannya yaitu agar keturunan dapat memperoleh rejeki dan berkembang seperti halnya pohon beringi yang selalu tumbuh dengan lebatnya dan juga diharapkan nantinya muncul keturunan yang bisa menjadi pemimpin dan melindungi rakyat umum.

9. Ukiran Ne' Limbongan

Limbongan berarti sumber mata air yang tidak pernah kering yang dapat memberi penghidupan segar kepada alam dan manusia. Ukirannya melambangkan bahwa orang Toraja bertekad memperoleh rezeki dari empat penjuru mata angin bagaikan mata air yang bersatu dalam danau dan memberi kebahagiaan bagi anak cucu kelak.

10. Ukiran Pa'tanduk Re'pe

Ukiran ini menyerupai tanduk kerbau. Ukiran ini ditempatkan di segala sisi rumah adat Toraja sebagai kenang-kenangan kepada kerbau dimana kerbau dipandang sebagai simbol status sosial dalam masyarakat. Ukiran ini berarti sebagai tanda perjuangan hidup agar dapat menemukan ketentraman dalam hasil jerih payah dan juga dalam menemukan harta yang berharga seperti nilaikerbau bagi masyarakat Toraja.

Sumber :


No comments:

Post a Comment